Langsung ke konten utama

PUISI; KEMBALILAH AKU

Tatapannya kosong, dan dia mulai merangkai kata

Seolah tersentak dari kesendirian, dia dikerumuni keramaian

Perlahan, berucap, berkata, berusaha kembali menjadi manusia

~

Dia, mengumpulkan puing-puing diri yang berserak entah kemana

Dia, harus kembali lagi pada wujud asalnya

Dia, dan intijiwanya berada di persimpangan

Entah karena waktunya masih belum terlalu lama, dia masih dalam proses pendewasaan

Dia, adalah aku, yang tidak tau maksud dari semua itu.

~

Aku lihat, dia yang lain sudah sembuh dan merona

Sedangkan aku, masih porak poranda

Dibunuh rasa sendiri dalam keramaian

Dan disiksa kenyataan dalam kesendirian

Komentar