Langsung ke konten utama

PUISI; ANGIN SAPAAN

Dalam sela ranting engkau datang hembuskan angin sapaan

Sepooi-sepooii membelai lembut dedaunan 

Seketika akar-akar bergetar menggoyahkan batang pertahanan

Kau pijar, memberi celah sinar temaram keluyupan


Pada malam yang tidak menghendaki sepi

Ia berhenti untuk mengejar egois diri

Lalu menitipkan pesan pada hembusan tadi

Akan sebuah pertemuan suatu hari nanti


Disaat musim semi datang

Akankah kita kembali dengan sisa renungan perjalanan panjang

Atau benar-benar tumbuh subur dengan dedaunan segar selepas diguyur musim gugur yang garang?


Yogyakarta, 24 Maret 2022

Komentar