Langsung ke konten utama

OPINI; PARADOKS MODERNITAS 3

Sekarat.

Kau bilang sore ini akan cerah

Ternyata kau guyur lenteraku dengan hujan

Aku hanya bisa berkedip kelilipan

Terdiam. Membisu. Kaget. Aku Tidak Yakin.


Belum lagi, seonggok kecemasan dimasa akan datang

Kau baluti dengan fantasi kekinian

Tanpa sedikitpun kesadaran, kami kau buai lezatnya kemajuan.


"Tik," sebutir hujan menyelinap dalam ventalasi kamar, hinggap di pipi bagian kanan.


Akupun tersadar, menarik selimut, menutup ventilasi, dan tidur nyenyak tak kala hujan datang.

Komentar