Langsung ke konten utama

Postingan

PUISI; TIDAK ADA JUDUL

Postingan terbaru

CERITA SANGAT PENDEK

Jogja masih setengah sadar saat kami tersesat di gang itu. Aroma bakso dan angin yang lembab menyelimuti malam. Bulan sedang terang - terangnya, menjadikan jalan ini jelas tanpa dibantu oleh cahaya lampu. Namun, apa boleh buat? Terangnya masih saja membuat kami tersesat di gang itu. Di mulut gang, Pria menyebalkan yang bersamaku hampir diserobot orang mabuk. Dan aku yang terburu-buru mengikuti petunjuk arah di gawai terus berjalan. Sampai seseorang menegur kami. "Mau kemana Mba?" Tanya salah seorang di mulut gang itu. "Mau nyari masjid Pak," jawabku ringkas. Seorang Ibuk dengan rokok di sela jari mengernyitkan dahi. Seperti menyembunyikan sesuatu, dia mengatakan bahwa masjid ada di luar gang itu. Padahal, jelas - jelas penunjuk arah menuntun kami ke dalam gang ini. Dialogpun agak intens antara kami dan mereka yang berada di mulut gang. Mereka dengan wajah tidak yakin dan kami dengan wajah kebingungan. Bermaksud untuk tidak memperpanjang dialog, kami memutuskan untuk...

PUISI; AKU BARU 23 TAHUN

Aku baru 23 tahun saat kota ini telah tumbuh di abad yang jauh Kota yang tumbuh dari cinta, menjadi pupuk paling purba di kesuburan hatinya  Serupa kota, aku ingin tumbuh bersamamu di atasnya Berbunga lalu berbuah Ranum dan merekah  Tak apa, jika gang - gang sempit membuat kita tersudut dari jahatnya manusia Sungai mataram akan membawa duka bersama airnya yang coklat  Kita tak pernah kalah, sebab kota selalu memeluk kita Dan pantai selatan selalu menyambut senyummu di pangkal hari  Sayang, tak perlu risau Menetaplah di kota ini Bersamaku dan hanya untukku Rindu akan selalu membawa kita datang dan pergi  Di kota ini, hidup adalah penantian jalan pulang Dan pulang adalah makna yang akan membawa kita kembali Mari, kita tumbuh serupa kota ini Jogja, 29 November 2024

PUISI; DI JALANAN JOGJA II

Bu, air matamu mengalir bersamaku dijalanan Jogja  Semakin deras memicu kakiku melangkah jauh Meninggalkan duka yang kau tanak setiap pagi  Di tungku masa kecilku itu Bu, antara kau dan aku Tak ada jarak yang berarti  Sebab rinduku habis untukmu Tak kusisakan sebutirpun pada siapapun dalam pinggan hatiku Bu, ucapkan dalam do'amu Bahwa kita abadi, seperti hujan ini Jogja, 25 November 2024

PUISI; DI JALANAN JOGJA

Bu, aku melihat umurku terjalin dengan jalanan Di jalanan jogja ini bu, hari - hari berselang tak menentu dalam pikiranku Sesekali, matahari memancarkan cahaya masa depan yang cerah Kadang juga, hujan datang membuat senyumku buyar karena rumitnya kenyatan Bu, umurku yang terjalin dengan jalanan itu Terus mengalir pada tujuan tak bertepi Jalan bercabang yang aku temui membawaku pada hidup yang absurd, serupa kata Camus Aku akan susuri terus jalan itu Bu, tanpa henti, seperti aku menghisap asi dari dadamu dulu Sebab kemanapun aku pergi dalam jalinan jalan itu Ada darahmu yang menemani dan menjadi asa dalam hidup ku ini Hidup yang absurd kata Camus itu Jogja, 19 November 2024