- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jogja masih setengah sadar saat kami tersesat di gang itu. Aroma bakso dan angin yang lembab menyelimuti malam. Bulan sedang terang - terangnya, menjadikan jalan ini jelas tanpa dibantu oleh cahaya lampu. Namun, apa boleh buat? Terangnya masih saja membuat kami tersesat di gang itu. Di mulut gang, Pria menyebalkan yang bersamaku hampir diserobot orang mabuk. Dan aku yang terburu-buru mengikuti petunjuk arah di gawai terus berjalan. Sampai seseorang menegur kami. "Mau kemana Mba?" Tanya salah seorang di mulut gang itu. "Mau nyari masjid Pak," jawabku ringkas. Seorang Ibuk dengan rokok di sela jari mengernyitkan dahi. Seperti menyembunyikan sesuatu, dia mengatakan bahwa masjid ada di luar gang itu. Padahal, jelas - jelas penunjuk arah menuntun kami ke dalam gang ini. Dialogpun agak intens antara kami dan mereka yang berada di mulut gang. Mereka dengan wajah tidak yakin dan kami dengan wajah kebingungan. Bermaksud untuk tidak memperpanjang dialog, kami memutuskan untuk...